PEKANBARU, cahayatvrepublik.com — Gerakan Mahasiswa Riau Menggugat (GERAM) menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (7/10/2026). Dengan membawa sejumlah tuntutan keras, massa mahasiswa mendesak DPRD tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi memastikan adanya tindakan nyata terhadap persoalan tempat hiburan malam (THM) yang mereka soroti.
GERAM datang dengan satu pesan utama: pengawasan terhadap THM di Pekanbaru tidak boleh berhenti di atas meja rapat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Massa aksi menyoroti dugaan insiden yang melibatkan anak di bawah umur di MP Club pada 5 September 2026. GERAM menyatakan dugaan tersebut harus dibuka secara terang melalui proses pemeriksaan yang objektif, termasuk memastikan keberadaan dan keamanan rekaman CCTV pada tanggal yang disebutkan.
“Kami datang bukan untuk didengar, tetapi untuk dilaksanakan. Jangan sampai DPRD hanya menjadi tempat menerima aspirasi, sementara persoalan di lapangan tidak pernah benar-benar ditindaklanjuti,” tegas GERAM.
DESAK MP CLUB DIEVALUASI, BILA TERBUKTI LANGGAR ATURAN SANKSI HARUS TEGAS
GERAM mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru dan DPRD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional MP Club.
Mereka meminta seluruh aspek perizinan, batas usia pengunjung, jam operasional, sistem pengamanan, serta dugaan pelanggaran hukum diperiksa secara transparan.
GERAM juga meminta apabila hasil pemeriksaan menemukan pelanggaran serius, pemerintah tidak ragu menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan, termasuk penghentian operasional apabila memang memenuhi dasar hukum.
CCTV 5 SEPTEMBER DIMINTA DIAMANKAN
Salah satu tuntutan yang paling ditekankan GERAM adalah pengamanan rekaman CCTV pada 5 September 2026.
Menurut mereka, rekaman tersebut penting untuk menguji secara objektif kronologi dugaan kejadian yang mereka soroti.
GERAM meminta aparat penegak hukum memastikan setiap barang bukti yang relevan tidak hilang, rusak, atau tidak dapat diperiksa.
Bagi GERAM, persoalan CCTV bukan sekadar soal rekaman, tetapi soal transparansi pembuktian.
DPRD DIMINTA BENTUK PANJA PENGAWASAN THM
GERAM juga mendesak DPRD Kota Pekanbaru membentuk Panitia Kerja (Panja) pengawasan THM.
Panja tersebut, menurut tuntutan GERAM, harus mengevaluasi legalitas dan perizinan tempat hiburan malam, mekanisme pengawasan, kepatuhan terhadap aturan jam operasional, serta perlindungan terhadap pengunjung yang masih di bawah umur.
Mereka menilai pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika terjadi polemik atau ketika mahasiswa turun ke jalan.
“Jangan tunggu viral baru bergerak. Pengawasan harus berjalan sebelum persoalan menjadi korban dan masalah baru,” tegas massa aksi.
DESAK POLISI USUT JIKA ADA UNSUR PIDANA
GERAM turut mendesak Polda Riau dan Polresta Pekanbaru melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi tindak pidana dalam persoalan yang mereka sampaikan.
Mereka meminta penanganan dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum, bukan sekadar pernyataan atau tekanan massa.
JANJI DPRD LANGSUNG DICATAT GERAM
Dalam aksi tersebut, massa diterima anggota DPRD Kota Pekanbaru, Aidil Amri dan Sandi Syarief.
GERAM menyebut kedua anggota DPRD tersebut menyampaikan komitmen untuk memanggil pihak manajemen MP Club.
Komitmen tersebut langsung dicatat massa aksi.
“Janji itu kami catat. Janji itu akan kami tagih,” tegas GERAM.
Korlap GERAM, Satria Andika, juga membantah tudingan bahwa aksi tersebut digerakkan oleh pihak tertentu.
“Kami bukan massa bayaran. Kami mahasiswa Pekanbaru. Kami tidak dibayar siapa pun. Kami bergerak karena nurani,” tegas Satria.
7×24 JAM: GERAM SIAP KEMBALI
GERAM memberikan waktu 7×24 jam kepada DPRD Kota Pekanbaru untuk menunjukkan tindak lanjut atas tuntutan mereka.
Jika tidak ada perkembangan yang dianggap konkret, GERAM menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.
Pesan GERAM jelas: persoalan ini tidak boleh berhenti setelah aksi bubar.
Mereka meminta DPRD, Pemko Pekanbaru, dan aparat penegak hukum membuka ruang pemeriksaan yang transparan sehingga seluruh dugaan dapat diuji berdasarkan bukti.
PEKANBARU BUKAN RUANG GELAP UNTUK PELANGGARAN.
GERAM MENUNTUT PENGAWASAN THM DIBUKA TERANG-TERANGAN.
















Komentar