H-3 Aksi DPRD Pekanbaru, Aktivis GERAM Klaim Dianiaya dan Diintimidasi: Sorotan MP Club Makin Memanas

- Penulis

Senin, 5 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

πŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

PEKANBARU, cahayatvrepublik.com β€” Gerakan Mahasiswa Riau Menggugat (GERAM) mengungkap dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap aktivis mahasiswa yang terjadi hanya beberapa hari sebelum aksi damai di DPRD Kota Pekanbaru.

 

Aksi GERAM dijadwalkan berlangsung Rabu, 7 Oktober 2026, dengan membawa sejumlah persoalan yang mereka soroti terkait aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) MP Club.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Mahasiswa mempertanyakan dugaan adanya anak di bawah umur yang mengalami overdosis serta dugaan aktivitas THM yang disebut berlangsung melewati ketentuan jam operasional. Persoalan tersebut menjadi salah satu dasar GERAM menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kota Pekanbaru.

 

Namun, menjelang aksi, GERAM justru mengaku menghadapi tekanan.

 

Aktivis Klaim Dipukul dan Diancam

 

Koordinator Umum GERAM, Andre Kasa, mengatakan dirinya bersama Koordinator Lapangan GERAM, Satria Andhika, sebelumnya dihubungi oleh nomor yang tidak dikenal dan diajak bertemu dengan alasan membicarakan rencana aksi mahasiswa.

 

Pertemuan yang berlangsung di kawasan Pujasera Royalti pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB itu, menurut Andre, berubah menjadi dugaan tindakan kekerasan.

 

Satria Andhika disebut mengalami pemukulan. GERAM juga mengklaim terdapat ancaman agar rencana aksi di DPRD Kota Pekanbaru tidak dilanjutkan.

 

Andre menyebut nama Andre Ramadhan dan Tengku Ibnul Ikhsan sebagai dua orang yang menurut keterangannya terlibat dalam kejadian tersebut dan diduga berkaitan dengan pihak pengusaha MP Club.

 

CahayaTVRepublik.com menegaskan, tudingan tersebut merupakan keterangan dari pihak GERAM dan belum merupakan kesimpulan hukum. Hubungan kedua nama tersebut dengan pengusaha MP Club serta dugaan adanya perintah penganiayaan masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan.

 

GERAM: Jangan Berhenti pada Pelaku Lapangan

 

GERAM meminta polisi mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.

 

Mereka mempertanyakan siapa yang pertama kali menghubungi mahasiswa, siapa yang melakukan dugaan pemukulan, siapa yang mengeluarkan ancaman, serta apakah ada pihak lain yang memerintahkan tindakan tersebut.

 

β€œKami tidak akan menuduh siapa pun tanpa bukti. Tetapi kami mempertanyakan satu hal: mengapa penganiayaan dan ancaman tersebut terjadi tepat menjelang aksi kami?” ujar Andre Kasa.

 

Menurut GERAM, apabila benar terjadi intimidasi terhadap mahasiswa karena menyampaikan aspirasi, persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai konflik pribadi semata.

 

Mahasiswa meminta aparat mengusutnya berdasarkan bukti, saksi, rekaman, maupun alat bukti lain yang tersedia.

 

Laporan Resmi Sudah Dibuat

 

GERAM menyatakan telah membuat laporan resmi ke Polresta Pekanbaru dengan nomor:

 

STTPL/1336/X/2026/SPKT/Polresta Pekanbaru/Polda Riau.

 

GERAM menyebut sejumlah bukti telah diserahkan kepada kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik.

 

Andre menegaskan GERAM tidak akan membalas dugaan kekerasan dengan kekerasan.

 

β€œGERAM tidak akan mundur hanya karena intimidasi. Kami tidak akan membalas kekerasan dengan kekerasan. Kami akan melawan melalui jalur hukum, gerakan mahasiswa, dan penyampaian aspirasi secara konstitusional,” tegasnya.

 

DPRD Pekanbaru Didesak Buka Ruang Aspirasi

 

GERAM meminta DPRD Kota Pekanbaru tidak mengabaikan rencana aksi tersebut.

 

Mereka ingin sejumlah persoalan yang menjadi sorotan mahasiswa terkait THM mendapat penjelasan dan pengawasan dari pihak berwenang.

 

Sementara itu, dugaan anak di bawah umur mengalami overdosis dan dugaan pelanggaran jam operasional juga perlu dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.

 

CahayaTVRepublik.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada manajemen MP Club, Andre Ramadhan, Tengku Ibnul Ikhsan, maupun pihak lain yang disebut dalam keterangan GERAM.

 

Kini perhatian tertuju kepada aparat penegak hukum: mampukah dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap aktivis mahasiswa dibongkar hingga ke aktor di baliknya, jika memang terdapat pihak yang memerintahkan?

 

TIM INVESTIGASI

CAHAYATVREPUBLIK.COM

Follow WhatsApp Channel cahayatvrepublik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengembangan Kasus Narkoba Di Dumai, Polisi Amankan AR Dan Sita 16 Paket Sabu Di Bangsal Aceh
Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian di Toko Buku, Residivis Diamankan*
Jaga Marwah MTQ Ke-55, Bupati Kampar Lantik 122 Dewan Hakim, Objektivitas Jadi Kunci
60 Pengujuan Mp Club Disebut Positif Narkoba, Geram Desak Pendutupan Permanen Dan Audit Aliran Dana Mp Club
Resmi Dilantik! Dpc AWI Kampar Siap Tancap Gas, Mardianto Pimpin Periode 2026–2031
Bukan Sekadar Jalani Hukuman! Kalapas Bangkinang Gencarkan Pembinaan Iman, Warga Binaan Didorong Berubah Dan Benahan Diri
Peti Desa Petai Disorot Tajam! Dugaan 7 Excavator Sany Dan Aliran Modal Mengemuka, Ditreskrimsus Polda Riau Diminta Turun!
Polres Dumai Gelar Razia di Kawasan Rawan Narkoba, 11 Pria Diamankan dengan Hasil Tes Urine Positif Metamfetamina*

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Pengembangan Kasus Narkoba Di Dumai, Polisi Amankan AR Dan Sita 16 Paket Sabu Di Bangsal Aceh

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian di Toko Buku, Residivis Diamankan*

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Jaga Marwah MTQ Ke-55, Bupati Kampar Lantik 122 Dewan Hakim, Objektivitas Jadi Kunci

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:44 WIB

60 Pengujuan Mp Club Disebut Positif Narkoba, Geram Desak Pendutupan Permanen Dan Audit Aliran Dana Mp Club

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Resmi Dilantik! Dpc AWI Kampar Siap Tancap Gas, Mardianto Pimpin Periode 2026–2031

Berita Terbaru